SHALAT ADALAH KEWAJIBAN UTAMA Oleh :Drs. H. Anashom, M.Hum. *)

 اَلْحَمْدُ لِلَّهْ…اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللَّهْ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَهُ فِى مَكَّةْ لِاِعْلَاءِلِكَلِمَاتِ اللَّهْ اْشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهْ وَحْدَهُ لاَ شَريْكَ لَهْ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَقَالَ عَزّ مِنْ قَائِلْ اِنَّ اللَّهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلٌّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْ تَسْلِيْمًا.اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِينْ. اَمَّا بَعدْ فَيَا اَيُّهَا النَّاسْ اِتَّقُوااللَّهْ حَقَّ تٌقَا تِهِ وَلاَ تَمُو تُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونْ.فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيمْ اَعُوْذُ بِا للَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمْ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ : قَدْ اَفْلَحَ المُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ هُمْ فِى صَلاَتِهِمْ خَاشِعُونْ…….الايةصَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيم

Marilah kita bersama-sama meningkatkan takwa kepada Allah dalam pengertian takwa yang benar, yakni kita terus berupaya dan jangan bosan-bosan untuk mendekat dan melaksanakan perintah-perintah Allah, tetapi juga harus disertai upaya agar jangan sampai kita melanggar larangan-laranganNya. Insya-Allah dengan upaya yang terus menerus seperti itulah kwalitas keimanan, kemusliman dan ketakwaan kita akan semakin baik. Jangan sampai kita menjadi seorang muslim dari hari ke hari tidak semakin baik, tetapi justru malah semakin buruk karena godaan untuk menjadi buruk di era sekarang ini sangatlah mudah. Itulah sebabnya kita harus terus menjaga kwalitas ketakwaan kita kepada-Nya.

Salah satu indikator ketakwaan yang paling utama dan sangat penting adalah perintah shalat, shalat sebagaimana termaktub di dalam surat Al Mukminun : 1 maka kita sebagai seorang mukmin dinyatakan di dalam Al Qur’an adalah sebagai orang yang beruntung, lebih beruntung lagi adalah mereka yang mampu melaksanakan shalat dengan cara yang khusyu’.

Hakikat shalat amatlah penting bagi kehidupan manusia, dalam hadist Rasul dijelaskan tentang nilai/arti pentingnya ibadah shalat, hadist tersebut berbunyi :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ اِنَّ اَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ الصَّلاَةُ المَكْتُوْبَةُ فَاِنْ اَتَمَّهَا وَ اِلاَّ قِيْلَ. اُنْظُرُوْا، هَلْ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَاِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ اُكْمِلَتِ الْفَرِيْضَةُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ يُفْعَلُ بِسَائِرِالْاَعْمَالِ الْمَفْرُوْضَةِ مِثْلُ ذَلِكَ. الخمسة فى نيل الاوطار 1 : 345

Artinya : “Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya pertama-tama perbuatan manusia yang dihisab pada hari kiamat adalah shalat wajib. Maka apabila ia menyempurnakannya (maka selesailahpersoalannya), tetapi apabila tidak sempurna shalatnya, dikatakan (kepada malaikat) : Lihatlah dulu, apakah ia pernah mengerjakan shalat sunnah ?. Jika ia mengerjakan shalat sunnah, maka kekurangan dalam shalat wajib disempurnakan dengan shalat sunnahnya. Kemudian semua amal-amal yang wajib diperlakukan seperti itu”. (HR. Khamsah dalam Nailul Authar, juz 1 hal 345)

Hadist tersebut cukup memberi gambaran kepada kita bahwa ibadah shalat akan menjadi awal perhitungan (dihisab) pada hari kiamat kelak, apakah shalat kita sudah baik atau belum.Itulah sebabnya kita diwarning oleh Allah jangan sampai meninggalkan shalat dalam keadaan dan kondisi apapun. Kita sangat berharap agar keluarga kita, saudara, tetangga dan sesama muslim kita motivasi dan gerakkan untuk menjalankan shalat dengan baik. Rasulullah saw telah memberikan pendidikan kepada kita bahwa menjalankan ibadah shalat harus dilatih kepada anak-anak kita sejak kecil, tidak diperbolehkan melatih seseorang untuk menunaikan shalat ketika sudah memasuki masa muda atau bahkan ketika memasuki masa tua. Hadits Rasulullah tersebut berbunyi :

عَنْ عَمْرِابْنِ شُعَيبْ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : مُرُوْا صِبْيَا نَكُمْ بِالصَّلاَةِ لِسَبْعِ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرِسِنِيْنَ وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ. رواه احمد و ابو داود فى نيل الاوطار 1 :348

Artinya : “Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari datuknya, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : Suruhlah anak-anak kecilmu melakukan shalat pada usia 7 (tujuh) tahun, dan pukullah mereka (bila lalai) atasnya pada usia 10 (sepuluh) tahun, dan pisahkanlah mereka pada tempat-tempat tidur”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dalam Nailul Authar juz 1 hal 348)

Sejak usia 7 (tujuh) tahun anak-anak kita harus menjadi perhatian kita terutama dalam hal shalat, ajak anak-anak kita untuk pergi ke musholla atau masjid guna melaksanakan shalat, karena dengan demikian maka insya-Allah ketika beranjak dewasa anak-anak kita akan terbiasa menjalankan shalat.

Dalam hadist di atas disebutkan bahwa jika sampai pada usia 10 (sepuluh) tahun si anak tidak mau menjalankan shalat maka “pukullah”, tentunya memukul pada bagian yang tidak menimbulkan cedera dan bukan untuk menyakiti tetapi dalam rangka mendidik anak tersebut. Pendidikan kita sekarang ini sedang berhadapan dengan situasi yang sangat berbeda yakni adanya Komnas HAM sehingga pada saat anak-anak kita diserahkan kepada lembaga pendidikan kemudian anak tersebut nakal di kelas, lantaran kenakalan anak tersebut lalu gurunya memukul anak dimaksud dan oleh orangtuanya dilaporkan ke Lembaga Hukum, sungguh aneh sekali. Seharusnya anak yang mendapat hukuman dari seorang guru menjadi PR bagi orangtua untuk mendidik anaknya agar lebih baik lagi perilakunya. Sungguh, yang terjadi sekarang ini fungsi guru sebagai pendidik justru berkurang. Guru dalam hal ini hanya sebagai pengajar dan pentransfer ilmu semata. Padahal hakikat pendidikan adalah meluruskan jika siswa-siswinya melakukan kesalahan, jadi ketika si anak masih mengikuti pendidikan di sekolah maka menjadi tanggung jawab guru di sekolah tersebut.

Ini harus kita sadari karena Rasulullah saw sudah memberikan contoh seperti itu, hal ini bertujuan agar anak-anak kita sejak dini harus mampu melaksanakan ibadah shalat dengan baik, jangan sampai anak kita lupa bahwa dirinya adalah seorang muslim sehingga dengan santainya berani meninggalkan kewajiban shalat. Shalat harus menjadi perhatian utama kita,dimulai dari yang terdekat yakni keluarga dan anak-anak kita, kita harus berani mengingatkan saudara. tetangga atau sanak famili kita tentann pentingnya ibadah shalat.

Shalat memiliki kedudukan yang agung dalam Islam, kita dapat melihat keutamaan shalat tersebut dalam beberapa point sebagai berikut :

1)Shalat adalah kewajiban paling utama setelah 2 (dua) kalimat syahadat dan merupakan salah satu rukun Islam;

2) Shalat merupakan pembeda antara muslim dan kafir;

3)Shalat adalah tiang agama dan agama seseorang tidak tegak kecuali dengan menegakkan shalat;

Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal yang berbunyi :

رَأْسُ الْاَمْرِ الاِسْلَامُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ (رواه الترمذى)

Artinya : “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat”. (HR. Tirmidzi no. 2825 dikatakan shahih oleh Syekh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)

4) Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat.

Semoga kita bisa terus bersama-sama keluarga kita dan kaum muslimin secara keseluruhan dapat melaksanakan perintah Allahyakni shalat dengan istiqamah, dengan shalat akan mampu mencegah dari perbuatan buruk dan mungkar. Shalat juga sebagai cermin kehidupan bagi seorang muslim, bahkan kita bisa belajar dari shaf-shaf shalat karena Rasulullah saw memberikan perhatian yang tinggi pada saat akan memulai shalat dengan mengingatkan untuk merapatkan dan meluruskan shaf (barisan). Shaf adalah cerminan kebersamaan, sinergitas, dankekompakan seorang muslim. Begitu pula dari shalat kita bisa banyak belajar tentang arti kepemimpinan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu memperhatikan arti pentingnya shalat dan dari hari ke hari bisa semakin baik, sehingga kita bisa terus menjalin komunikasi langsung dengan Allah melalui shalat. Semoga khutbah yang singkat ini mampu memberikan pencerahan bagi kita semua. Aamiin.*****

بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى وايا كم بما فيه من الايت والذ كرالحكيموتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو الغفورالرحيم.

=======================

*) Drs. H. Anashom, M.Hum.; Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri(UIN) Walisongo Semarang

Leave Your Comments

Your email address will not be published.

Copyright 2021, All Rights Reserved