KEUTAMAAN IBADAH PUASA RAMADAN Oleh H. Ibnu Djarir

Terlebih dahulu saya mengajak sidang Jumat yang berbahagia, marilah kita pada setiap saat selalu berupaya meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt, khususnya dalam bulan Ramadan ini, karena tujuan utama puasa Ramadan ini ialah agar kita menjadi orang yang taqwa atau agar makin meningkat ketaqwaan kita.. Ibadah puasa di dalam bulan Ramadan adalah merupakan ibadah yang istimewa, karena banyaknya keutamaan, manfaat, atau keuntungan yang akan didapat oleh orang yang mengerjakannya. Hal ini didasarkan pada sebuah Hadis Qudsi :

Artinya : “Semua amal kebaikan anak Adam ( manusia ) dilipatgandakan pahalanya dari sepuluh hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan memberinya balasan”.

Hadis Qudsi ini mengandung pengertian, bahwa Allah SWT memberi perhatian khusus pada ibadah puasa. Setiap orang selalu dicatat amal perbuatannya oleh Malaikat Raqib dan ‘Atid. Namun untuk amal ibadah puasa ini Allah memberikan perhatian khusus, dan Dialah yang akan memberikan balasannya. Puasa memang merupakan ibadah yang unik, karena bagi setiap pribadi yang mengerjakan puasa, tidak akan sama kualitas pengamalannya, karena menyangkut aspek lahiriah dan batiniah dari tiap-tiap pribadi yang mengerjakannya.

Sebagai contoh keanekaragaman kualitas pengamalan ibadah puasa bagi tiap-tiap orang dapat diuraikan sebagai beriku :

  1. Ada orang berpuasa, tetapi batinnya mengeluh, merasa mendapat beban berat, dan sebagainya.
  2. Ada orang berpuasa, tetapi pamer.
  3. Ada orang berpuasa, tetapi mempunyai pamrih.
  4. Ada orang berpuasa, tetapi perilakunya tidak terpuji.
  5. Ada orang berpuasa, tetapi tidak menjalankan ibadah-ibadah lainnnya yang diwajibkan maupun disunahkan di bulan Ramadan.
  6. Ada orang berpuasa dengan cara yang sangat baik, yaitu :
    1. Dengan niat semata-mata memperoleh rida Allah SWT.
    2. Melaksanakannnya dengan hati gembira, syukur, dan penuh ketaatan.
    3. Menghiasi diri dengan akhlaqul karimah.
    4. Melaksankan amal-amal ibadah lain yang diwajibkan maupun disunahkan di bulan Ramadan.

Dengan melihat keanekaragaman kualitas berpuasa, maka setiap orang mendapat peluang untuk mencapai kualitas yang terbaik, yang pahalanya akan lebih dari 700 kali dari ibadah selain puasa Ramadan. Ini merupakan salah satu keutamaan, atau keuntungan bagi orang yang mengerjakan puasa.

Beberapa keutamaan, manfaat, dan keuntungan puasa antara lain sebagai berikut :

  1. Mendapat pahala yang berlipatganda sebagaimana tersebut dalam Hadis Qudsi di muka.
  2. Diampuni dosanya yang telah lalu, sebagaimana tersebut dalam sebuah Hadis :

           Artinya : “Barang siapa yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan berdasarkan keimanan dan mengharap rida Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu”.

  1. Puasa merupakan doa, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW :

           Artinya : “Tiga golongan orang tidak ditolak doanya, yaitu : pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan orang yang dizalimi”.

  1. Kesempatan yang besar bulan Ramadan ini untuk “tazkiyatun nafsi, wal badani wal amwali”, yaitu penyucian jiwa, tubuh, dan harta. Selama 11 bulan yang lain, kebanyakan manusia hanya mengejar kebutuhan duniawi, dan nyaris tidak memperhatikan kepentingan ukhrawi. Kebanyakan orang sibuk mencari nafkah, dengan berbagai cara, melalui berbagai jenis pekerjaan atau profesi, dan tidak jarang mengabaikan larangan-larangan agama.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

Artinya : “Rasulullah SAW memerintahkan mengeluarkan zakat fitrah di bulan Ramadan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari omongan yang tidak berguna dan hal-hal yang porno serta untuk memberi makan bagi orang-orang miskin”.

     Penyucian jiwa, artinya jiwanya disucikan dari keinginan-keinginan, sifat-   . sifat, dan pikiran-pikiran yang kotor. Penyucian tubuh berbeda dengan pembersihan tubuh. Pembersihan tubuh bisa dengan sabun, tetapi penyucian tubuh ialah agar tubuh dan segenap anggotanya tidak diperguanakan untuk berbuat jahat dan maksiat.

     Penyucian harta ialah dengan mengeluarkan zakat, infak, atau sadaqah.

  1. Puasa menunjang kesehatan rohani dan jasmani. Kesehatan rohani berupa menyucikan jiwa kita dari sifat-sifat yang tercela menurut pandangan agama. Kesehatan jasmani bisa berupa mengurangi kegemukan, kolesterol, kadar gula, tekanan darah, dan memperkuat beberapa organ tubuh.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

Artinya : “Berpuasalah kamu agar menjadi sehat”.

Leave Your Comments

Your email address will not be published.

Copyright 2021, All Rights Reserved