REUNI AKBAR KBIH BAITURRAHMAN

WhatsApp Image 2018-12-03 at 14.47.19Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menggelar kegiatan Reuni Akbar Jamaah Haji dan Umrah KBIH Baiturrahman di Aula Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah dengan mengambil tema “Penguatan Tali Silaturahmi dan Pengembangan KBIH Baiturrahman dalam Pelayanan dan Ibadah”. Acara tersebut diikuti oleh Jamaah Haji dan Umrah KBIH Baiturrahman sejak Angkatan/Tahun 2003 s/d. 2018, Pengurus YPKPI Masjid Raya Baiturahman Jawa Tengah dan Tamu Undangan. Reuni Akbar KBIH Baiturahman dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah yang juga Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, selaku Ketua KBIH Baiturrahman menyampaikan bahwa kegiatan Reuni Akbar ini merupakan salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi lintas angkatan dalam KBIH Baiturrahman. Hal ini menjadi penting karena pertemuan rutin dalam bentuk pengajian dan majlis taklim yang dilaksanakan setiap satu dan dua bulan sekali baru pada masing-masing angkatan, belum melibatkan seluruh Jamaah Haji dan Umrah KBIH Baiturrahman. Maka kegiatan semacam ini akan semakin sering dilaksanakan. Lebih lanjut, Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, yang merupakan Alumni Al Azhar Mesir yang berpengalaman dalam teori dan managerial lapangan ibadah haji itu menyampaikan bahwa melalui kegiatan Reuni Akbar ini KBIH Baiturrahman ingin menggali dan sharing dengan Jamaah terkait penigkatan dan pengembangan ke depan. Peran dan sumbangsih jamaah sangat penting, utamanya dalam pengembangan KBIH Baiturrahman dan rekrutmen jamaah pada tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya. KBIH Baiturrahman mengharapkan agar pada Jamaah dan Alumni mampu menjadi corong sosialisasi dan rekrutmen jamaah di daerah masing-masing.
Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA mengatakan bahwa posisi KBIH sebagai mitra pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Agama dalam membantu proses penyelenggaraan ibadah haji sangat penting. Kebijakan dan penyelenggaraan ibadah haji merupakan domain pemerintah, namun terkait bimbingan ibadah, peran KBIH sangat vital. Hal ini disebabkan karena kondisi dan latar belakang jamaah haji sangat variatif dan beragam, apalagi calon jamaah haji kebanyakan masih awam bahkan belum pernah naik haji. Maka di sinilah dibutuhkan pemahaman dan bimbingan tentang ibadah haji, baik secara teori maupun praktek yang mampu diberikan oleh KBIH. Semoga melalui kegiatan Reuni Akbar ini KBIH Baiturrahman semakin maju dan berkembang sekaligus lebih banyak lagi calon jamaah haji yang bergabung dengan KBIH Baiturrahman. Dengan Pembimbing dan Tenaga Muthowif di Makkah yang amanah, berpengalaman dan professional, KBIH Baiturrahman siap memberikan pelayanan terbaik dan pendampingan ibadah kepada calon jamaah haji baik di Tanah Air maupun Tanah Suci. Bimbingan Manasik Haji dilaksanakan sebanyak 17 kali, 15 kali teori dilaksanakan di Aula Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah dan 2 kali praktek ibadah haji di Islamic Centre Manyaran dan Asrama Haji Donohudan Boyolali. Sebelum manasik diadakan senam sehat bersama dan latihan Thowaf Lapangan Simpang Lima.
Sementara itu, dalam pengarahannya, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si, menyampaikan bahwa ending yang ingin dicapai seseorang dalam melaksanakan ibadah haji adalah memperoleh predikat haji mabrur yang tidak ada pahala dan balasan yang akan diterima kecuali surga. Untuk memperoleh predikat haji mabrur, maka diperlukan persiapan dan usaha semaksimal mungkin, salah satunya melalui pelaksanaan ibadah haji dengan baik dan benar dan menjaganya yang kesemuanya itu bisa diperoleh di KBIH Baiturrahman. Pelaksanaan ibadah haji tidak bisa dikatakan cukup dengan seseorang istitho’ah secara fisik dan finansial saja, namun juga harus dibekali dengan pemahaman dan pengetahuan tentang ibadah haji secara baik dan benar.
Lebih lanjut Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si mengatakan bahwa predikat haji mabrur diperoleh melalui proses panjang, yakni sejak akan melaksanakan ibadah haji sampai setelah melaksanakan ibadah haji. Seseorang dikatakan memperoleh predikat haji mabrur apabila yang bersangkutan mampu menjaga dan merealisasikan hikmah dan pelajaran ibadah haji ke dalam kehidupan sehari-hari setelah pulang dari ibadah haji, baik dalam konteks sebagai individu hamba Allah SWT maupun sesuai posisi dan kedudukannya di masyarakat. Tentu kita semua tahu, pada saat kita melaksanakan ibadah haji, kita senantiasa menjauhi tindakan dan perilaku fusuq. Perilaku dan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan Allah SWT. serta yang dapat merugikan dan menyakiti orang lain senantiasa kita hindari. Kita menghindari menyakiti orang lain, menggunjing, berkata jorok dan perangai buruk lainnya. Sikap kita adalah bagaimana bisa beribadah dan beramal shaleh semaksimal mungkin. Maka bagaimana kita bisa menjadi manusia yang paling baik adalah sasaran utamanaya. Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Maka kalau setelah melaksanakan ibadah haji ibadahnya semakin rajin, akhlak dan perilakunya semakin mulia, semakin peduli dan dermawan terhadap sesama, inilah antara lain ciri-ciri orang yang memperoleh predikat haji mabrur. Dan ini harus senantiasa dijaga dan dilestarikan.
Begitu juga dengan KBIH Baiturrahman, dengan bantuan dan sumbangsih jamaahnya yang berjumlah ribuan harus senantiasa berusaha meningkatkan dan memperbaiki diri. Pelayanan dan pendampingan ibadah kepada jamaah menjadi kunci dalam penyelenggaraan bimbingan ibadah haji. Kalau pelayanan dan bimbingan ibadahnya baik, insya Allah calon jamaah haji akan semakin banyak yang tertarik. Apalagi letak KBIH Baiturrahman yang berada di Jantung Kota Semarang dan mudah dijangkau, tentu ini menjadi nilai plus tersendiri. Bimbingan ibadah yang sudah dilaksanakan dengan baik senantiasa perlu dikembangkan lagi, apalagi sebelum manasik diadakan senam sehat bersama dan latihan Thowaf di Lapangan Simpang Lima terlebih dahulu, tentu ini semakin menjadi lebih baik dan sangat bermanfaat bagi calon jamaah haji.
Reuni Akbar ditutup dengan Sosialiasi, promosi dan rekrutmen jamaah tahun 2019 oleh Wakil Ketua KBIH Baiturrahman, H. Sarjuni, S.Ag., M.Hum dilanjutkan (Testimoni) penyampaian pesan kesan, saran dan masukan dari jamaah (perwakilan angkatan 2003-2018). Secara umum jamaah mengatakan puas dan bangga bisa bergabung dengan KBIH Baiturrahman. Sebagai bahan pengembangan KBIH, diusulkan beberapa perbaikan dan peningkatan, antara lain :
– Peningkatan komunikasi antar jamaah,
– Perhatian dan pendampingan lebih kepada jamaah lansia dan risti
– Pembentukan pengurus alumni dan kegiatan pertemuan lintas angkatan (seluruh angkatan)
– Sosialisasi dan promosi lebih gencar lagi ke seluruh wilayah di Kota Semarang
– Program Senam dan Thowaf di Lapangan Simpang Lima sangat baik, perlu diikuti terobosan-terobosan yang lain.
– Jamaah KBIH Baiturrahman diusahakan jangan sampai pisah rombongan dan hotel
– Publikasi kegiatan dan bimbingan baik di media cetak, elektronik dan medsos

Jumlah Jamaah Haji dan Umrah KBIH Baiturrahman : 2003-2018 = + 1.153 jamaah