Muhasabah Untuk Menggapai Jiwa Muthmainnah

Oleh : KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si. *)

Khutbah Jum’at di Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang,
disampaikan pada tanggal 04 Januari 2013 M / 21 Shafar 1434 H

Mari kita bersyukur kepada Allah bahwa sampai saat ini masih diberi usia panjang dan tetap dalam keadaan sehat wal ‘afiat, kita sangat berharap agar sisa usia kita senantiasa dalam rahmat dan dilindungi oleh Allah, oleh sebab itu mari kita tingkatkan takwa kepada-Nya karena kita tidak akan pernah tahu kapan kembali ke hadirat-Nya. Mumpung kita masih diberi kesempatan hidup maka kita gunakan sisa usia ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan semua yang diperintah dan disenangi Allah serta menjauhi semua yang dilarang dan tidak disenangi oleh Allah swt.

Saat ini kita telah memasuki awal tahun 2013 M, kita berharap semoga produktivitas amal salih kita jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya, hal ini karena Rasulullah saw telah bersabda yang maksudnya : “Jika hari ini kita jauh lebih baik dari hari kemarin maka kita tergolong beruntung. Tetapi jika hari ini kita sama saja dengan kemarin maka kita tergolong rugi. Apalagi jika hari ini kita lebih jelek dari kemarin maka celakalah kita”. Naudzu billahi min dzalik.

Oleh karena itu, mari kita persiapkan dengan introspeksi diri apakah tahun 2012 kemarin sudah lebih baik dari pada tahun 2011 ?. Jika ternyata belum baik, maka barangkali masih ada “something wrong” (sesuatu yang salah). Kita juga baru saja memasuki tahun baru Hijriyah 1434, ada pertanyaan yang menggelitik : apakah dalam memasuki tahun baru Hijriyah ini sudah ada perkembangan positif yang terlihat mulai dari diri kita sendiri, masyarakat, bahkan dalam berbangsa dan bernegara ?. Mari kita evaluasi mulai dari diri kita, jika dalam memasuki tahun baru Hijriyah ini dengan start bagus, antara lain dengan : muhasabah dan berdzikir ke hadirat Allah swt maka insya-Allah kita akan menemukan kebaikan-kebaikan di masa mendatang.

Nampaknya yang kita lihat di masyarakat kejadian yang cukup mengundang perhatian kita masih saja terjadi, seperti : kecelakaan, peredaran narkoba, curanmor, dan kriminnalitas masih cukup tinggi. Lalu di mana letak kesalahan itu ?. Seringkali kita melupakan peristiwa yang terjadi di masa lalu tanpa bisa mengambil pelajaran darinya, di saat memasuki tahun baru seakan-akan inilah tahun keberuntungan. Semestinya dalam menyambut datangnya tahun baru kita selenggarakan mujahadah dengan bermuhasabah dan diisi dengan siraman rohani. Pada dasarnya sah-sah saja kita menyambut datangnya tahun baru, tetapi seyogyanya disambut secara wajar, bukan dengan berfoya-foya dan begadang semalam suntuk tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Hendaknya kita bercermin dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun sebelumnya dan berfikir bagaimana berbuat yang lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang. Allah swt telah berfirman dalam surat Al Hasyr/59 : 18 yang berbunyi :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Inilah satu-satunya ayat di dalam Al Qur’an yang menyebutkan kalimat “ittaqullah” sampai 2 (dua) kali, kalimatnya memang cukup pendek tetapi mengandung makna yang cukup dalam, yakni tentang pelajaran apa yang dapat diambil dari kejadian di masa lalu dalam menghadapi tantangan di masa mendatang. Barangkali kita termasuk orang yang jarang mempersiapkan diri untuk hari esok, padahal Al Qur’an sudah mengingatkan untuk mengambil setiap pelajaran di masa lalu guna menyonsong hari depan. Begitu pentingnya ayat ini, sehingga Allah mempertegas dengan mengulang kembali kalimat “ittaqullah” sampai 2 (dua) kali, hal ini supaya kita benar-benar mempersiapkan hari esok dengan bekal “taqwa-Allah”.

Untuk itu, marilah kita siapkan dengan niat yang baik dan mohon ke hadirat Allah swt agar di tahun 2013 dihindarkan dari segala macam cobaan, ancaman, dan marabahaya. Disamping itu kita mohon agar dijauhkan dari kejahatan dan sifat-sifat yang jelek. Karenanya, kita siapkan masa depan dengan belajar dari kekurangan kita pada masa lalu. Sebagai pribadi semoga pada tahun kemarin kita tergolong cukup baik, namun sebagai masyarakat dalam berbangsa dan bernegara maka dapat kita lihat pada media cetak maupun elektronik, mudah-mudahan pada tahun 2012 kemarin tidak ada raport merahnya.

Rasulullah saw telah mengingatkan kepada kita bagaimana cara berbuat baik, yakni : “ibda’ binafsik” (mulai dari dirimu sendiri). Oleh sebab itu, mari kita siapkan masa depan dengan penuh ketaatan kepada Allah swt dan berharap agar diberi kesehatan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Perlu kita sadari bahwa apa yang kita rencanakan hasilnya tidak akan ada yang pernah tahu, hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Al Kahfi/18 : 23-24 yang berbunyi :

Ÿ “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu : “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi. Kecuali (dengan menyebut) : “Insya Allah” dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah : “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”.

Ayat di atas memberi penjelasan agar kita jangan sekali-kali mudah mengatakan bahwa besok kita akan berbuat sesuatu, semestinya kita iringi dengan kalimat “insya-Allah”, karena ini perintah Allah swt. dalam rangka memohon ke hadirat-Nya agar apa yang akan kita lakukan mendapat ridho dari-Nya. Di sisi lain kalimat “insya-Allah jangan disalah artikan yang endingnya justru akan mengecewakan orang lain.

Oleh karena itu dalam menghadapi tahun 2013 ini, mari kita melihat kekuatan dan kekurangan di tahun 2012. Dari kekurangan itu lalu kita membuat rencana, program, dan buget dengan acuan apa yang telah kita peroleh di tahun sebelumnya. Kemudian semua proyeksi tersebut, hasil yang akan diraih kita serahkan sepenuhnya ke hadirat Allah swt.

Kita baru memasuki awal tahun 2013, hendaknya kita berfikir tentang sesuatu yang baik, begitu pula ucapan yang akan keluar dari lisan kita seyogyanya yang baik-baik saja. Allah swt telah berfirman yang berbunyi :

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (QS. Al Baqarah/2 : 263)

Oleh sebab itu, dalam berucap dan bersikap hendaknya kita lebih berhati-hati, jangan sampai kita termakan oleh ucapan dan perbuatan kita sendiri yang tidak mencerminkan akhlaqul karimah. Marilah kita bermuhasabah, dengan belajar dari kekurangan di tahun 2012 guna memperbaiki diri untuk tahun 2013, insya-Allah produktivitas kita akan lebih bagus sebagaimana firman-Nya : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka dia akan diberi jalan keluar dari segala kesulitan dan akan diberi rizki yang tidak diperhitungkan sebelumnya”.

Demikian, semoga ada hikmah dan manfaatnya bagi kita. Amin. *****

=================================

*) KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si.; Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah & Pembina YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah