MENGGAPAI KERIDHOAN ALLAH SWT Oleh : KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si. *)

Marilah khatib mengajak pada diri saya sendiri para jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt, pada sisa usia yang tidak tahu kapan kita dipanggil oleh Allah swt ini, bisa jadi nanti, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau bahkan bisa lebih panjang lagi. Marilah sisa usia kita ini kita isi dengan lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah, apa yang Allah perintahkan mari kita berupaya sekuat tenaga untuk melaksanakannya dan apa yang dilarang dan tidak disukai oleh Allah sebisa mungkin kita jauhi.

Kita bersyukur bahwa di tengah-tengah kesibukan yang dari hari ke hari semakin padat, Allah swt masih berkenan memberikan 2 (dua) kenikmatan yang terkadang kita sering melupakannya yakni nikmat sehat dan sempat, dengan 2 (dua) kenikmatan itulah kita dapat melaksanakan ibadah shalat Jum’at di masjid yang kita cintai ini untuk melaksanakan shalat Jum’at beserta rangkaiannya.

Ibadah shalat Jum’at kita laksanakan 1 (satu) minggu sekali, jika dihitung dalam 1 (satu) tahun maka kita melaksanakan shalat Jum’at sebanyak 52 (limapuluh dua) kali, jika kita melaksanakan shalat Jum’at selama 20 (dua puluh) tahun, maka ibadah shalat Jum’at yang kita laksanakan telah mencapai lebih dari 1000 (seribu) kali. Kita tentu sangat berharap Allah swt berkenan menerima amal ibadah dimaksud, dari Jum’at ke Jum’at ada peningkatan amal pada diri kita. Khatib selalu berpesan kepada kita untuk selalu meningkatkan iman dan takwa kehadirat Allah swt, sekaligus penjabarannya. Sejak keluar dari masjid ini dan sampai dengan datangnya Jum’at lagi kita harus mampu meningkatkan amaliyah agar lebih produktif dan telah siap sewaktu-waktu kapundut oleh Allah swt. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran/3 : 102 yang berbunyi :

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dengan taqwa yang sesungguh-sungguhnya dan janganlah kamu meninggal kecuali meninggal dalam keadaan sebagai muslim”.

Mari kita lakukan evaluasi apakah ibadah shalat Jum’at yang sangat penting ini sudah dapat kita laksanakan sesuai dengan petunjuk Allah ataukah belum ?. Semoga dari waktu ke waktu amal kebajikan yang kita lakukan semakin baik dan meningkat. Allah swt secara khusus berfirman di dalam surat Al Jumu’ah/62 : 9 yang berbunyi :

Artinya : “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa apabila khatib/Imam telah naik mimbar dan muadzin telah mengumandangkan adzan pada hari Jum’at, maka kaum muslimin harus bersegera dan cepat-cepat untuk memenuhi panggilan tersebut dan meninggalkan seluruh pekerjaan ataupun aktivitas yang sedang dikerjakan. Kita tidak perlu khawatir jika meninggalkan semua urusan dunia ini dalam rangka memenuhi panggilan Allah, karena hakikatnya akan ada sesuatu yang jauh lebih baik nilainya dibandingkan dengan pekerjaan yang kita tinggalkan tersebut.

Meskipun manusia memang memiliki banyak sekali kebutuhan, namun di kala adzan Jum’at telah dikumandangkan maka wajib bagi kaum muslimin untuk memenuhi panggilan tersebut tanpa ada alasan apapun. Kemudian ayat tersebut dilanjutkan :

Artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al Jumu’ah/62 : 10)

Dan manakala shalat Jum’at telah selesai kita laksanakan, maka bertebaranlah kamu semua di muka bumi ini guna melanjutkan aktivitas yang sejenak kita tinggalkan tadi dalam rangka menggapai ridho Allah swt. Dengan demikian, karena kita telah memenuhi panggilan Allah tersebut, maka hati kita tidak kemrungsung dan dapat melanjutkan tugas dan kewajiban kita kembali, tentu dengan mengharap rahmat dan ridho Allah swt.

Dalam sebuah hadits disebutkan yang maksudnya : “Apabila khatib telah naik mimbar untuk berkhutbah sedangkan anda sendiri berbicara, maka ibadah Jum’at yang kita laksanakan tidak ada maknanya”.

Kita punya handphone atau gadget yang sangat berguna apabila kita mampu memanfaatkannya dengan baik, dan apabila Allah swt telah memanggil untuk melaksanakan shalat Jum’at, sementara kita dengan asyiknya membaca email via gadget dan tidak bersegera memenuhi panggilan Allah itu, maka sia-sialah ibadah kita. Oleh karena itu, mari kita prioritaskan panggilan Allah swt terlebih dahulu dibandingkan dengan urusan dunia yang hanya sementara ini.

Ibadah Jum’at dilaksanakan 7 (tujuh) hari sekali dalam rangka memberikan bekal kepada kita agar sepulang dari masjid sampai dengan bertemu kembali dengan Jum’at berikutnya langkah dan ucapan kita sesuai dengan petunjuk Allah yakni tetap dalam keimanan dan ketakwaan.

Di samping itu manakala ibadah Jum’at kita di masa lalu ada yang bolong-bolong, mulai detik ini mari kita lengkapi agar nilai ibadah Jum’at yang disebut dengan “Sayyidul Ayyam” ini menjadi sempurna, karena fadhilah dari ibadah shalat Jum’at ini sungguh luar biasa. Oleh sebab itu, mari kita utamakan, fokuskan, dan konsentrasikan guna melaksanakan ibadah shalat Jum’at beserta rangkaiannya yang hanya memakan waktu + 60 (enam puluh menit) ini dengan maksimal, insya-Allah keuntungan akan kita peroleh dan rahmat serta ridho Allah swt akan kita dapatkan.

Kemudian dilanjutkan ayat 11 dari surat Al Jumu’ah/62 yang berbunyi :

Artinya : “Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah : “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan, dan Allah sebaik-baik pemberi rizki”.

Demikian, semoga Allah swt selalu memberikan bimbingan kepada kita sehingga langkah kita ke depan semakin tertata dengan baik dan istiqomah dalam menjalankan ibadah shalat Jum’at sampai menghadap kehadirat-Nya kelak. Amin ya Robbal ‘alamin. *****

Leave Your Comments

Your email address will not be published.

Copyright 2021, All Rights Reserved