MENELADANI KEPEMIMPINAN RASULULLAH SAW

MENELADANI KEPEMIMPINAN RASULULLAH SAW

Oleh Ahmad Rofiq

الحمد لله الذى أرـسل رسـوله بالهدى ودين الحق ليظـهره على الدين كله ولو كره المشركون اشهد أن لااله الا الله وحـده لا شريك له الملك الحق المبين وأشهد أن محمـدا عبده ورسوله الصـادق الوعـد الأمين اللهم صـل وسلم على حبيبنا و شفيعـنا وقرة أعيننا محمد صلى الله عليه وعلى أله واصحـابه اجمعين أما بـعـد أيهـا المسلمون اتـقـوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وأنتم مسـلمـون قال الله تعالى فى القرأن الكريم لقد جـاءكم رسول من أنفسكم عزيز عـليه ما عنتم حريص عليكم بالموءمنين رؤوف رحـيم فإن تولوا فقل حسبي الله لااله الا هو عـليه توكلت وهو رب الـعـرش الـعـظيم صدق الله العـظيم

Ma’asyiral muslimin yang dirahmati Allah SWT.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita meningkatkan syukur kita ke hadiran Allah SWT. Hanya karena kasih sayang dan anugerah-Nya lah kita masih dapat menghirup udara segar dan mensyukurinya untuk melaksanakan ibadah jumat ini.

Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan kepada Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Sebagai panutan umat yang ditugasi oleh Allah untuk mengantar, membimbing, dan memberikan teladan, beliau adalah figure yang paling berpengaruh di dalam merubah sejarah kemanusiaan di muka bumi ini.

Dalam rangka memperingati kelahiran beliau, pada hari ini, 1485 tahun yang lalu, beliau telah meletakkan spirit, motivasi, dan tuntunan, untuk berhijrah, dalam rangka meraih sukses hidup dan perjuangan bagi upaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang dibangun atas dasar nilai dan norma akhlak yang mulia. Inilah momentum yang penting bagi upaya dan ikhtiar kita meningkatkan iman, taqwa, dan ihsan kita dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ma’asyiral muslimin yang dirahmati Allah SWT!

ياأيها الين أمنوا اتقوا الله ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون ولا تكونوا كالذين نسوا الله فأنسهم انفسهم اولئك هم الفسقون الحشر 18-19.

“Hai orang-orang yang beriman bertaqalah kepada Allah dan hendaknya seseorang memperhatikan apa yang telah dilakukan untuk mempersiapkan hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang meluipakan Allah, maka Allah melupakan mereka, mereka itu adalah orang-orang yang fasiq”. (QS. Al-Hasyr 18-19).

Oleh karena itu, Allah SWT menempatkan posisi beliau sebagai manusia yang berakhlak sangat mulia. Beliau sendiri menegaskan, bahwa “sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.  إنما بـعـثت لأتمم مكارم الأخـــلاق

Jamaah shalat  jumat yang dimuliakan Allah.

Kita menyaksikan bahwa di dalam kehidupan masyarakat kita, telah terjadi pergeseran yang luar biasa. Ketika pilar-pilar akhlak dan etika makin tergerus oleh serbuah budaya dan kultur yang tidak baik, baik melalui media cetak dan elektronik, maupun melalui internet. Hal ini kalau tidak ada ikhtiar untuk mengatasi secara lebih cermat, sistemik, dan berkesinambungan, sangat mungkin bangsa ini akan mengalami kehancuran.  Bahkan yang lebih mengerikan lagi, ketika kerusakan dan kehancuran tersebut melanda pada paradigma berpikir, mainset dan kerangka berpikir yang serba barat, westernoriented, dan kehilangan kearifan local dan kearifan dan petunjuk agama semakin jauh.

Seorang ulama besar menegaskan: “إنما الأمم الأخـــلاق ما بـقـيـت و إن هموا أخـــلاقهم ذهـبـوا ”  suatu umat akan berlangsung apabila akhlak mereka tetap mendasari hati dan perilaku mereka, dan apabila akhlak telah hilang dari hati, pikiran, dan diri mereka, maka  akan lenyaplan entitas kaum tersebut.

Marilah pada kesempatan yang indah ini, di tengah ritual pembacaan sejarah Rasulullah saw yang ditulis oleh al-Barzanji, dan kumandang shalawat dan salam, yang telah diawali pada tanggal 1 Rabiul awal yang lalu hingga hari ini, kita buka hati dan pikiran kita untuk memberikan porsi yang proporsional untuk berusaha dan berikhtiar secara sungguh-sungguh untuk dapat meneladani sifat, turut kata, dan sikap serta perilaku beliau Rasulullah saw.

Beliau adalah tokoh yang konsisten antara ucapan dan tindakan. Karena itu dalam berbagai kesempatan, ketika mengajak dan menyeru kepada umatnya untuk beribadah, beliau selalu memulai dan member teladan terlebih dahulu. Dalam hal shalat misalnya, beliau menegaskan: “shallu kama raaitumuni ushalli” artinya “shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. Dalam ibadah haji pun, beliau menegaskan : khudzu ‘anni manasikakum” artinya “ambillah dari aku dalam tata cara berhaji kalian”.

Dalam kehidupan keseharian, beliau adalah sosok yang sangat menghormati tamu, tetangga, dan tentu saja keluarganya. Tuturkatanya bagus, sopan, lembah manah, dan memposisika orang lain sebagai sosok yang harus dihormati. Dalam bertutur kata, beliau menegaskan : “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik, atau lebih baik diam (kalau tidak biasa berkata baik)”. Demikian juga, barangsiapa beriman kepada Allah dan ahri akhir, maka hormatilah tetangganya”.

Demikian juga dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berpemerintahan. Be;iau adalah pemimpin agama. Negara, dan pemerintahan sekaligus. Firman Allah di bawah ini menegaskan perilaku beliau.

فبمـا رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غـليظ القـلب لانفـضـوا من حولك فـاعف عنهم واستـغـفـر لهم وشـاور هم فى الأمر فإذا عـزمت فتوكل على الله ان الله يحب المتوكلين

Artinya: “Maka denghan kasih saying Allah kamu bersikap lembut kepada mereka, dan apabila kamu bersikap kasar lagi keras hati, maka sungguh mereka akan lari dari sekelilingmu, maka maafkanlah mereka, dan mohonkan ampunan mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam suatu urusan, maa apabila kamu berniat mengerjakan sesuatu maka berpasrah dirilah kepada Allah sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal”.

Demikian semoga bermanfaat.