MEMBANGUN UKHUWAH DALAM PANDANGAN ISLAM Oleh : H. Ateng Chozani Miftah, SE. M.Si. *)

Sebagai upaya mendasar untuk meraih 2 (dua) kemenangan hidup, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, marilah senantiasa kita bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, sebagaimana diingatkan oleh Allah dalam firman-Nya yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam”. (QS. Ali Imran/3 : 102)

Semangat dan perilaku ketakwaan kita wujudkan dalam kemampuan melaksanakan totalitas kehidupan sesuai dengan ajaran Allah SWT, baik berupa perintah-perintahNya, larangan-laranganNya dan petunjuk-petunjuk kehidupan yang lainnya.

Salah satu perilaku kehidupan yang diajarkan oleh Allah bagi hamba-hambaNya yang beriman adalah kemampuan membangun dan memelihara tata kehidupan yang penuh rasa persaudaraan serta kebersamaan (ukhuwah). Ajaran ukhuwah dalam Islam merupakan bagian dari perwujudan basis serta nilai universal diutusnya Nabi Muhammad ke muka bumi. Beliau diutus membawa risalah Isalmiyah untuk menjadi rahmat bagi tata kehidupan seluruh  alam (rahmatan lil ‘aalmiin), sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam Al Qur’an surat          Al Anbiya’/21 : 107 yang artinya :

“Dan kami tidak mengutus engkau Muhammad melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”.

Oleh karena itu sesuai dengan nilai dasarnya, maka ukhuwah menurut ajaran Islam (Ukhuwah Islamiyah), dijabarkan ke dalam 3 (tiga) dimensi, meliputi :

1) Ukhuwah di antara sesama ummat Islam (Ukhuwah Islamiyah);

2) Ukhuwah dengan sesama manusia secara universal (Ukhuwah Insaniyah); dan

3) Ukhuwah dalam tata kehidupan berbangsa (Ukhuwah Wathaniyah).

Dasar-dasar ukhuwah di antara sesama mukmin (Ukhuwah Islamiyah), ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Hujurat/49 : 10 yang artinya :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”.

Demikian pula dalam surat Ali Imran/3 : 103 Allah berfirman yang artinya :

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Nu’man bin Basyir, Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim)

Berdasar kepada sumber-sumber acuannya di atas, maka dapat kita rumuskan bahwa : ”Ukhuwah Islamiyah adalah suatu ikatan rasa persaudaraan di antara sesama umat Islam dilandasi kesamaan iman serta kesamaan keyakinan dan keteguhan memeluk agama Islam sebagai agama yang diridhai Allah SWT, bahkan dilandasi pula oleh rasa keterpanggilan untuk bersama-sama mensyi’arkan agama Islam”.

Prinsip Ukhuwah Insaniyah dan Ukhuwah Wathaniyah tersirat dalam Al Qur’an surat          Al Hujurat/49 : 13 yang artinya :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal”.

Allah SWT telah menjadikan kehidupan manusia dalam kondisi keaneka ragaman (heterogen). Allah menjadikan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku, bahkan berkelompok-kelompok, beda status, beda usia, beda golongan, beda agama dan beda-beda lainnya. Dalam keaneka ragaman tersebut, Allah mengajarkan kepada kita agar kita mampu saling kenal mengenal secara baik (ta’aruf). Dari kemampuan saling kenal-mengenal secara baik, diharapkan mampu saling paham-memahami secara baik. Dari kemampuan saling paham-memahami dengan baik, diharapkan mampu saling hormat-menghormati dan harga-menghargai secara baik satu sama lain. Dari kemampuan hidup saling hormat menghormati dan harga-menghargai diharapkan sampai kepada puncak kemampuan yang diharapkan oleh Allah, yaitu mampu hidup berdampingan secara damai, membangun kebersamaan, persaudaraan dan menjadi satu dalam keaneka ragaman.

Berkaitan dengan Ukhuwah Insaniyah ini, dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Anas RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

”Tidak beriman seorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. (HR. Bukhari).

Sedangkan menyangkut dasar-dasar pembangunan Ukhuwah Wathaniyah, disamping Allah dalam surat Al Hujurat/49 : 13 di atas mengajarkan pentingnya membangun kebersamaan dan kesatuan serta persaudaraan dalam keanekaragaman suku dan kelompok, Islam mengajarkan pula kepada kita prinsip bahwa cinta bangsa dan negara adalah merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman).

Dalam membina ukhuwah diperlukan hal-hal sebagai berikut :

1) I’tisham bihablillaah (berpegang teguh kepada tali Allah);

2) Ta’lif Al Quluub (menyatukan hati) terhadap sesama tanpa pilih kasih;

3) Tasamuh (sikap toleransi);

4) Musyawarah;

5) Ta’awun, yakni tolong menolong;

6) Takaful Al Ijtimaa’, yakni membangun rasa kebersamaan dan solidaritas sosial; dan

7) Istiqamah, yakni teguh pendirian, berjalan di atas jalan yang benar, disiplin, dan bertanggung jawab.

Demikianlah sekelumit renungan kita tentang ajaran Ukhuwah dalam pandangan Islam. Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah untuk mewujudkannya dalam kehidupan kita, baik kehidupan beragama, bermasyarakat, demikian pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai bagian dari mewujudkan Islam dan ummat Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin. Kita tunjukkan bahwa bukan hanya ajaran Islamnya yang rahmatan lil ‘aalamiin, akan tetapi kita umat Islam-nyapun mampu menjadi pembawa rahmatan lil ‘aalamiin. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. *****

======================

*) H. Ateng Chozani Miftah, SE. M.Si.; Sekretaris Pembina Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah