Khutbah Jum’at di Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang, tanggal 24 Mei 2013 M / 14 Rajab 1434 H MENJADI MUSLIM YANG SEJATI

 Oleh : Drs. H. Ibnu Djarir *)

Marilah pada setiap saat kita selalu berupaya untuk meningkatkan takwa kepada Allah swt, sehingga makin bertambah umur, maka makin kokohlah takwa kita. Semoga pada akhir perjalanan hidup kita akan mencapai khusnul khatimah. Amin. Peningkatan takwa itu diperintahkan oleh Allah swt sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an surat Al Hasyr/59 : 18 yang berbunyi :

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dia kerjakan menghadapi hari esok. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Dalam ayat tersebut ditegaskan, agar setiap orang mukmin meningkatkan takwanya kepada Allah swt dan di samping itu setiap orang mukmin hendaknya selalu mempersiapkan langkah-langkah atau kegiatan untuk menghadapi masa depan dalam hidup di dunia ini, maupun menghadapi alam akhirat kelak. Takwa adalah kekuatan dalam batin yang mendorong seorang muslim menaati perintah-perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya. Seorang yang dalam batinnya tidak ada takwa, maka kalau dia mengaku muslim, ke-Islamannya masih diragukan, atau ke-Islamannya hanya sebatas pengakuan. Orang yang demikian akan merasa berat atau segan mengamalkan ajaran Islam, bahkan sering kali perilakunya bertentangan dengan ajaran Islam. Itulah sebabnya kita diperintahkan untuk selalu memelihara dan meningkatkan takwa kita kepada Allah swt. Judul kali ini tentang “Menjadi Muslim yang Sejati”, atau muslim yang sungguh-sungguh. Menurut hati nurani kita, ungkapan ini wajar, agar kita menjadi muslim yang betul-betul muslim, bukan muslim yang setengah-setangah, atau muslim yang hanya lamisan.

Kalau umat Islam di Indonesia yang mayoritas ini menjadi muslim yang sejati, insya-Allah akan sangat membantu mewujudkan masyarakat yang aman, tenteram, dan beradab, terhindar dari kejahatan, kemaksiatan, kekerasan, pornoaksi dan pornografi. Bagaimana menjadi muslim yang sejati, tidak lain adalah dengan meyakini dan mengamalkan seluruh ajaran Islam, tidak parsial tetapi total. Jadi, pertama, kita yakin sepenuhnya akan kebenaran dan keluhuran ajaran Islam. Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya : “Islam itu luhur dan tidak ada yang mengunggulinya”. Kedua, kita mengamalkan seluruh ajaran Islam, yang terdiri atasi 3 (tiga) bidang, yaitu : Iman, Islam, dan Ihsan. Atau akidah, syari’ah, dan akhlak, menurut Prof. Mahmud Syaltout, mantan Rektor Al Azhar University, Mesir, dalam bukunya “Al Islamu Aqidatun wa Syari’ah”. Dengan kata lain, kita menjadi orang Islam yang istiqamah, yang konsisten, tidak tergoyahkan oleh godaan apa pun yang bertentangan dengan Islam. Mengamalkan akidah Islam berarti kita mengamalkan apa yang wajib kita imani, seperti halnya kita mengamalkan rukun Iman yang 6 (enam) itu, antara lain : beriman kepada Allah swt Yang Maha Esa. Kita dilarang berbuat syirik atau menyekutukan Allah swt. Berarti seorang muslim yang sejati dia tidak akan berbuat syirik, seperti : menyembah selain Allah. Misalnya menyembah jimat-jimat, batu besar, pohon besar, kuburan, dan lain-lain. Juga kita dilarang mempercayai dukun-dukun dan tukang-tukang ramal. Dukun di sini adalah orang yang mengaku dapat mengobati penyakit dengan kekuatan gaib. Jadi, dukun bayi, tidak termasuk kategori ini. Tukang ramal, maksudnya orang yang mengaku dapat meramal nasib orang lain, atau meramal apa yang akan terjadi di masa depan melalui bisikan makhluk-makhluk halus. Jadi, tidak termasuk lembaga ramalan cuaca yang membuat perkiraan tentang cuaca berdasarkan data-data ilmiah. Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya :

“Barang siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan mempercayai omongannya maka dia termasuk telah mengingkari apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw”. Bidang syari’ah atau hukum-hukum agama, dapat dibagi menjadi ibadah dan mu’amalah. Ibadah mengatur hubungan manusia dengan Allah swt, seperti rukun Islam yang 5 (lima). Setiap muslim wajib menunaikan rukun Islam yang lima, yaitu : syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Hanya saja, untuk pelaksanaan pembayaran zakat harta dan ibadah haji hanya bagi mereka yang mampu. Contoh rukun Islam, seperti ibadah yang berupa shalat 5 (lima) waktu, wajib dijalankan oleh setiap muslim. Jadi, seorang muslim yang sejati selalu taat menjalankan salat 5 (lima) waktu. Bidang yang terakhir yaitu akhlak atau moral, atau budi pekerti adalah ajaran yang menyangkut baik buruknya sikap, ucapan, dan perilaku manusia. Bidang akhlak ini sangat penting, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw yang artinya : “Agama itu akhlak yang bagus”. Maksudnya bahwa agama Islam itu tercermin dalam bagusnya akhlak. Berarti seorang muslim yang sejati harus memiliki akhlak yang mulia. Kesimpulan dari uraian di atas, bahwa untuk menjadi seorang muslim yang sejati, dia harus meyakini dan mengamalkan ajaran Islam secara total, sebagaimana firman Allah swt dalam surah Al Baqarah/2 : 208 yang berbunyi :

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam agama Islam secara keseluruhannya dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”. Demikian, semoga bermanfaat bagi kita Semua. Amin ya Rabbal ‘alamin. ***** ======================= *) Drs. H. Ibnu Djarir; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah & Ketua III Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah

Leave Your Comments

Your email address will not be published.

Copyright 2021, All Rights Reserved