KELUARGA SAKINAH DAN KESALIHAN SOSIAL Oleh : Prof. Dr. H. Muhtarom HM *)

Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Melalui mimbar khutbah ini, saya mengajak kepada jamaah jum’ah khususnya pada diri saya sendiri selaku khatib, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT seraya menjalankan semua perintah-perintahNya dan menjauhi semua yang menjadi larangan-Nya.

Salah satu perintah Allah SWT yang harus kita galang, kita bina dan kita jalankan adalah kehidupan rumah tangga yang sakinah (tentram) dan penuh mawaddah dan rahmah (rasa kasih dan sayang). Kata-kata ini dikeluarkan oleh orang muslim yang akan melangsungkan pernikahan dan merupakan doa agar pernikahan yang membuahkan sakinah ini, ada yang didambakan dari hasil pernikahan ini adalah lahirnya anak sebagai keturunannya. Oleh karena itu, anak dalam kehidupan rumah tangga atau keluarga merupakan dambaan.

Selain menjadi dambaan, anak juga menjadi harapan bagi suatu keluarga, dan sebenarnya harapan itu bukan hanya keluarganya saja, melainkan juga bagi masyarakat, bangsa, dan agama. Bilamana anak merupakan harapan maka ia harus dipersiapkan sejak dini, bukan saja setelah ia lahir, tetapi ketika masih dalam kandungan sang ibu iapun sudah dapat diberikan sentuhan-sentuhan pedagogis. Artinya agar supaya anak menjadi harapan, yang paling penting dalam kaitannya menjadi generasi harapan adalah anak harus dididik dan dibentuk menjadi anak yang salih dan atau salihah yang mempunyai kesalihan diri dan kesalihan sosial. Karena kesalihannya inilah yang membuat seseorang dalam kehidupan akhirat bisa terhindar dari adzab neraka.

Oleh karena itu setiap orangtua punya tanggungjawab mendidik anaknya agar selamat fi al-daaraini, sebagaimana firman Allah yang berbunyi :

$pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#y‰Ï© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdttBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâsD÷sムÇÏÈ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintah- kan”. (QS. At Tahrim/66 : 6)

Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Keluarga sakinah yang bagaimana yang dapat membentuk anak harapan keluarga, bangsa, dan agama ?, keluarga sakinah adalah :

1) Penghuninya/anggotanya senantiasa cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatinya;

2) Anggota keluarga itu benci pada kekafiran, keingkaran, kefasikan dan kedurhaka- an. Allah berfirman :

(#þqßJn=÷æ$#ur ¨br& öNä3ŠÏù tAqߙu‘ «!$# 4 öqs9 ö/ä3ãè‹ÏÜム’Îû 9ŽÏWx. z`ÏiB ͐öDF{$# ÷L—êÏYyès9 £`Å3»s9ur ©!$# |=¬7ym ãNä3ø‹s9Î) z`»yJƒM}$# ¼çmuZ­ƒy—ur ’Îû ö/ä3Î/qè=è% on§x.ur ãNä3ø‹s9Î) tøÿä3ø9$# s-qÝ¡àÿø9$#ur tb$uŠóÁÏèø9$#ur 4 y7Í´¯»s9’ré& ãNèd šcr߉ϩº§9$# ÇÐÈ

Artinya : “Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus”. (QS. Al Hujurat/49 : 7)

3) Hatinya tenang dan keimanannya senantiasa bertambah karena yakin bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Allah berfirman :

uqèd ü“Ï%©!$# tAt“Rr& spoY‹Å3¡¡9$# ’Îû É>qè=è% tûüÏZÏB÷sßJø9$# (#ÿrߊ#yŠ÷”zÏ9 $YZ»yJƒÎ) yì¨B öNÍkÈ]»yJƒÎ) 3 ¬!ur ߊqãZã_ ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur 4 tb%x.ur ª!$# $¸J‹Î=tã $VJ‹Å3ym ÇÍÈ

Artinya : “Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Fath/48 : 7)

4) Mau bersyukur atas segala kenikmatan dan karunia yang diberikan oleh Allah, dan sebaliknya tidak kufur nikmat, Allah SWT berfirman :

$yg•ƒr’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=à2 `ÏB ÏM»t6ÍhŠsÛ $tB öNä3»oYø%y—u‘ (#rãä3ô©$#ur ¬! bÎ) óOçFZà2 çn$­ƒÎ) šcr߉ç7÷ès? ÇÊÐËÈ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah”. (QS. Al Baqarah/2 : 172)

5) Anggota keluarganya taat beribadah kepada Allah dan segera mohon maghfiroh kepada Allah jika melakukan kesalahan. Firman Allah SWT yang berbunyi :

žwr& (#ÿr߉ç7÷ès? žwÎ) ©!$# 4 ÓÍ_¯RÎ) /ä3s9 çm÷ZÏiB ֍ƒÉ‹tR ׎Ï±o0ur ÇËÈ Èbr&ur (#rãÏÿøótFó™$# ö/ä3­/u‘ §NèO (#þqç/qè? Ïmø‹s9Î) Nä3÷èÏnGyJム$·è»tG¨B $·Z|¡ym #’n<Î) 9@y_r& ‘wK|¡•B ÏN÷sãƒur ¨@ä. “ÏŒ 9@ôÒsù ¼ã&s#ôÒsù ( bÎ)ur (#öq©9uqs? þ’ÎoTÎ*sù ß$%s{r& ö/ä3ø‹n=tæ z>#x‹tã 5Qöqtƒ AŽÎ6x. ÇÌÈ

Artinya : “Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya Aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya. Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (QS. Hud/11 : 2-3)

6) Pemimpin keluarga/rumah tangga mau menanamkan apa yang dikatakan Musthofa Al Ghalayain, yang maksudnya :

“Menanamkan akhlak utama dalam diri anak-anak (generasi muda) dan menyirami dengan petunjuk dan nasehat sehingga menjadi kebiasaan diri, kemudian kebiasaan itu membuahkan keutamaan, kebaikan, cinta amal yang berguna bagi negara”.

Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Sekiranya orangtua ingin memiliki anak yang salih seperti yang digambarkanoleh Musthofa Al Ghalayain ini, maka yang salih dan memiliki kesalihan sosial adalah orang tuanya terlebih dahulu. Karena untuk memperoleh hal ini, orangtua harus memberikan contoh-contoh kepada anak-anaknya setiap hari. Oleh karena itu, setiap orang harus terus menerus membina kesalihan dirinya agar bisa memberikan keteladanan pada anak-anaknya.

Demikianlah gambaran atau potret keluarga sakinah dalam sistem keberagamaan umat Islam dari pendekatan Qur’ani. Semoga apa yang saya sampaikan ada manfaatnya, antara lain manfaat yang diharapkan dapat menggugah kembali ingatan dan kesadaran kita akan pentingnya fungsi keluarga muslim dalam mendidik putra-putrinya menjadi orang salih dan memiliki kesalihan sosial. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin. Wallahu a’lam bishowab. *****

===============================

*) Prof. Dr. H. Muhtarom HM.; Direktur Pasca Sarjana Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang