DENGAN BULAN HAJI KITA TINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Oleh : Drs. H. Ali Mukti Abror *)

Khutbah Jum’at di Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang, tanggal 18 Oktober 2013M /13 Dzulhijjah 1434H

Alhamdulillah kita masih dalam bulan Dzulhijjah, bulan yang penuh dengan keagungan dan kebesaran Allah swt, pada tanggal 13 Dzulhijjah kita bisa membayangkan betapa ramai dan hebatnya keadaan di tanah suci Mekah, dimana umat Islam dari seluruh penjuru dunia dating berjuta-juta manusia, mereka datang untuk memenuhi panggilan-Nya untuk menjalankan ibadah haji. Mereka menjawab panggilan Allah dengan mengumandangkan bacaan Talbiyah.

Berkumpullah umat Islam sedunia yang bermacam-macam bangsa dan suku. Dalam hal ini Islam tidak mengenal perbedaan warna kulit, Islam tidak mengenal perbedaan status social, seluruhnya bersujud dihadapan Allah swt. Dari peristiwa ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa Islam mengajarkan persamaan dan kesamaan. Hal ini sangat terasa khususnya bagi umat Islam pada saat menjalankan wukuf di Padang Arafah dengan pakaian ikhromnya, mereka dengan segala perbedaan warna kulitnya duduk bersimpuh mengenal dosa dan bertaubat mencucurkan air mata memohon ampun dan keridhoan Allah swt.

Dalam firman Allah dalam surat Al Hujurat/49 : 13 yang berbunyi :

Artinya : “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu sekalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu sekalian saling mengenal dan sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa”.

Tiada kelebihan dari satu bangsa terhadap bangsa yang lain seluruhnya mempunyai kedudukan dan hak sama, maka Islamlah yang pantas untuk menjadi agama yang Universal. Hal ini diperkuat dengan sabda Rasulullah saw yang artinya :

“Semua kamu dari Adam dan Adam dari tanah, tidak ada keistimewaan bagi orang Arab dan yang bukan Arab kecuali dengan takwa kepada Allah swt”.

Selain itu pula pelaksanaan ibadah haji mengandung beberapa pelajaran yang sangat penting, antara lain :

– Pentingnya persatuan Islam (ukhuwah Islamiyah);

– Pentingnya bermasyarakat atau berjamaah;

– Menumbuhkan rasa persaudaraan yang penuh kasih sayang dan hormat

  menghormati.

Nyatalah pelajara yang terkandung dalam ibadah haji, kesemuanya sangat diharapkan dalam praktek hidup sehari-hari. Oleh sebab itulah meskipun kita tidak langsung hadir di tanah suci, namun dengan melaksanakan apa-apa yang telah ditentukan oleh syariat Islam, selanjutnya tercapailah cita-cita yang kita harapkan, yakni syiar Islam dan kebahagiaan dunia sampai akhirat.

Sekali lagi marilah kita resapi ajaran dan hikmah-hikmah yang terdapat dalam ibadah haji, terutama untuk persatuan umat dan bangsa. Allah swt telah berfirman dalam surat Ali Imran/3 : 103 yang berbunyi :

Artinya : “Berpeganglah kamu kepada tali Allah dan janganlah kamu semua berpecah belah”.

Sudah saatnya kita menyingsingkan lengan baju membina ukhuwah Islamiyah, dalam rangka menghadapi tantangan-tantangan yang semakin dahsyat.

Pertama; tantangan kehadiran Teknologi canggih yang mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai-nilai agama semakin menurun, akibat meningkatnya nilai-nilai kebendaan, manusia mulai tidak peduli dengan halal dan haram dalam memperoleh kekayaan, korupsi merajalela, suap menyuap luar biasa, yang akhirnya menuju economic  animal/ekonomi binatang, yang tidak ubahnya seperti srigala makan srigala. Manusia tidak berpikir makan apa, tapi manusia berpikir besuk akan makan siapa.

Kedua; Tantangan Zionisme Internasional bersama-sama dengan orang-orang orientalis barat dalam menghancurkan Islam dengan cara :

1) Memecah belah umat Islam dengan mengadu domba antar umat Islam, perang saudara antar umat Islam, dalam rangka melumpuhkan kekuatan Islam, karena yang paling ditakuti Yahudi barat adalah bersatunya umat Islam sedunia. Ayat Al Qur’an yang sangat ditakuti Yahudi barat ialah dalam QS. Al Hujurat/49 : 10 yang berbunyi :

Artinya : “Sesungguhnya orang mukmin itu adalah bersaudara maka perbaiki hubungan di antara kedua saudaramu dan takutlah kepada Allah, mudah-mudahan kamu mendapat rahmat”.

Karena kalau umat Islam sedunia bersatu akan merupakan suatu kekuatan yang tidak ada bandingannya.

2) Mereka tanamkan kebingungan dalam hati umat Islam dengan mendukung bermacam-macam aliran dalam Islam dan pemahaman Islam menurut pemahaman barat, kemudian dilemparkan kepada umat Islam untuk membingungkan mereka.

3) Mereka jauhkan umat Islam dari nilai ke-Islamannya. Biarkan umat Islam mengakui Islam asal pakaiannya tidak Islami, maka dibuat pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan tanpa hukum, termasuk tempat-tempat maksiat dan lain-lain dalam rangka membinatangkan manusia.

Ketiga; Tantangan era globalisasi;

Dimana bercampur baur dan menyatunya antar bangsa sedunia baik budaya ekonomi dan politik. Dalam era globalisasi ini terjadi persaingan tajam, bahkan boleh dikatakan perang tanpa senjata yang akibatnya lebih fatal dari perang senjata, ini yang disebut perang budaya antar bangsa. Kalau generasi kita tidak mempunyai ketahanan rohani yang tangguh yakni iman kepada Allah swt, tidak mustahil apa yang ada di Eropa sekarang akan dikerjakan oleh generasi kita, maka hancurlah budaya kita dan hancur pula nilai-nilai agama.

Maka untuk menghadapi tantangan itu seluruhnya perlu perjuangan umat Islam. Mari kita hidupkan pendidikan agama baik dari rumah-rumah atau melalui sekolah-sekolah dan pesantren-pesantren. Mari kita bangun  tempat peribadatan, kemudian kita makmurkan dengan shalat dan dzikir dalam rangka memagari generasi kita agar tidak terpengaruh oleh budaya barat yang sengaja untuk menghancurkan Islam.

Marilah kita mencari keridhoan Allah swt melalui apa yang telah diberikan-Nya kepada kita dan kita laksanakan amal-amal kebajikan serta kita tinggalkan semua larangan-larangan-Nya. Semoga kita senantiasa memperoleh rahmat dan petunjuk Allah untuk cita-cita agama dan bangsa. Amin Allahumma Amin. *****

======================

*) Drs. H. Ali Mukti Abror; Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) MULTAZAM        Jl. Mgr. Soegiyopranoto (Belakang ADA Swalayan Bulu) Semarang

Leave Your Comments

Your email address will not be published.

Copyright 2021, All Rights Reserved