AL QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP MANUSIA Oleh : KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si. *)

Mari kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah, kita penuhi semua yang diperintahkan dan kita jauhi semua apa yang dilarang. Saat ini kita telah melewati pertengahan bulan suci Ramadhan 1436 H, sebagian dari kita barangkali sudah merasakan gembira atas prestasi yang diperoleh, alhamdulillah kita bisa menjalankan puasa secara penuh, tarawih, tadarus Al Qur’an dan ibadah-ibadah yang lainnya. Prestasi ini hendaknya kita syukuri. Namun sebagian dari saudara-saudara kita yang lain justru merasakan kesedihan lantaran akan ditinggalkan bulan suci Ramadhan, Ramadhan yang selalu ditunggu dimana di dalamnya penuh dengan keberkahan, amal kebajikan dilipat gandakan pahalanya sebentar lagi akan meninggalkan kita. Kita dihadapkan pada 2 (dua) pilihan, yakni gembira dan sedih.
Mari kita laksanakan ibadah puasa ini dengan penuh keimanan kepada Allah, menurut Prof. Dr. Quraish Shihab bahwa dengan iman maka kita akan menjadi orang yang selalu optimis dan senantiasa positif thinking (khusnudzon). Jika ibadah puasa kita niatkan dengan baik maka akan berdampak positif pada diri kita dan juga masyarakat di sekeliling kita.
Firman Allah dalam surat Al Baqarah/2 : 185 yang berbunyi :
Artinya : “(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur.
Jika kita yakin akan kebenaran Ramadhan dengan menjalankan ibadah puasa, maka kitapun harus yakin akan kebenaran Al Qur’an yang diturunkan pada bulan tersebut, Al Qur’an adalah sebagai petunjuk bagi manusia, bukan petunjuk bagi kaum muslimin saja tetapi petunjuk bagi seluruh manusia, disamping itu Al Qur’an juga memberikan penjelasan-penjelasan, petunjuk dan sekaligus pembeda antara yang hak dan yang batil. Oleh karena itu sudah seharusnya jika isi Al Qur’an tersebut kita amalkan setiap saat. Hampir kita semua memiliki alat komunikasi yang disebut dengan HP (handphone), apapun merk HP tersebut ada petunjuk penggunaannya, di dalamnya terdapat banyak fitur. Oleh karenanya HP tersebut dapat kita gunakan kemanfaatannya, namun bisa juga HP tersebut tidak ada manfaat dan madharatnya manakala kita tidak mampu menggunakannya dengan baik. Kita bisa sampai ke masjid ini dengan membawa kendaraan, hal ini karena kita tahu cara mengoperasikannya.
Al Qur’an juga demikian, ada petunjuk yang tidak saja untuk perorangan tetapi petunjuk bagi seluruh umat manusia, apapun profesi kita maka marilah kita ikuti sedikit demi sedikit petunjuk Allah ini melalui pengamalan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan insya-Allah hidup kita akan terarah.
Alhamdulillah kita bisa terus mengamalkan Al Qur’an dengan selalu membacanya setiap saat, insya-Allah kelak akan mampu memberikan syafaat kepada kita. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Amr disebutkan :bahwa puasa nanti pada hari kiamat akan lapor kepada Allah : “Ya Allah hamba-Mu ini berpuasa mengikuti perintah-Mu, menahan diri dari lapar, dahaga dan kebutuhan biologisnya, oleh karenanya ya Allah beri saya izin untuk memberi syafaat kepada orang yang berpuasa ini !. Al Qur’an juga melapor kepada Allah : Ya Allah, hamba-Mu ini sambil terkantuk-kantuk selalu membacaku setiap saat, oleh karena itu ya Allah, berikanlah ijin kepadaku untuk dapat memberi syafaat kepadanya”.
Hadist tersebut di atas memberikan penjelasan bahwa puasa dan Al Qur’an akan mampu memberikan syafaat kepada kita di Yaumil Qiyamah nanti, oleh karena itu mari kita baca sedikit demi sedikit terjemahan dan sekaligus tafsirnya. Al Qur’an adalah petunjuk bagi kita dalam semua aspek kehidupan, bagaimana kita shalat, berpuasa, berzakat, berhaji, bermuamalat pada sesama dan bagaimana menjadi politikus yang santun serta petunjuk lain yang semua itu termaktub di dalam Al Qur’an. Allah swt menjamin akan kebenaran Al Qur’an sebagaimana disebutkan bahwa : “Aku tidak tinggalkan sedikitpun kehidupan ini kecuali semuanya telah diatur di dalam Al Qur’anul Karim”. Hal ini sejalan dengan firman Allah yang artinya : “Dengan berdizikir ke hadirat Allah maka hati akan menjadi tenang”.
Di samping itu Al Qur’an juga bisa menjadi obat hati di kala senang ataupun susah, oleh karena itu marilah selalu kita lantunkan Kalam Ilahi ini setiap saat di manapun kita berada, karena hal ini akan mampu menjadi penyejuk jiwa. Suatu ketika datang seseorang pada Ibnu Mas’ud dan berkata : “Wahai Ibnu Mas’ud, aku ini merasakan hidup yang tidak nyaman, makan tidak enak, tidur tidak nyenyak dan hati tidak tentram. Tolonglah nasehati aku agar hati ini menjadi tenang wahai Ibnu Mas’ud !. Kemudian Ibnu Mas’ud menasehati orang tersebut, lakukanlah 3 (tiga) hal, yaitu :
1) Dengan melaksanakan Shalat;
2) Datangilah orang yang sedang membaca Al Qur’an; artinya kita datangi majelis yang sedang mengkaji kitab suci Al Qur’an.
3) Kita sendiri membaca Al Qur’an di malam hari pada saat orang tertidur pulas.
Insya-Allah dengan melakukan ke-3 (tiga) hal tersebut maka hati yang sedang gelisah dan gundah gulana akan tentram dan tenang.
Demikian, semoga kita menjadi hamba Allah yang selalu mendapatkan petunjuk dan mampu menyelesaikan Ramadhan ini dengan baik sesuai amal salih kita. Mudah-mudahan kita dapat berjumpa lagi dengan bulan suci Ramadhan tahun yang akan datang dan mengisinya dengan amal salih yang lain. Amin ya Rabbal ‘alamin. *****