ADAB MENJAGA LISAN DAN TANGAN Oleh : KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si. *)

 

الحمد لله الذى ارسل رسوله باالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم وبارك على هذا النبي الكريم سيدنا ومولانا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين اما بعد فيا عباداالله اوصيكم واياي بتقوى الله اتقواالله فقد فازاالمتقون اتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون قال تعالى ولم يزل قا ئلا عليما اعوذ بالله من الشيطن الرجيم : يا ايهاالذين امنوااتقوالله ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوالله ان الله خبير بما تعملون. صدق الله العظيم

Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Marilah kita bersyukur kepada Allah bahwa sampai hari ini kita masih diparingi sehat wal ‘afiat, semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita sehingga sewaktu-waktu kapundut kita betul-betul menjadi orang yang Islam (pasrah kepada Allah). Kita tidak akan pernah tahu kapan kita kapundut, contoh sudah sangat banyak, antara lain : bahwa orang wafat tidak harus menjadi tua ataupun sakit terlebih dahulu, bisa nanti, besok, minggu depan atau bahkan tahun depan dan seterusnya. Oleh karena itu kita harus selalu siap kapanpun Allah memanggil kita ke hadirat-Nya.

Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Hari ini adalah Jum’at ke-2 kita memasuki tahun baru 2018, masih banyak di antara kita yang merayakan tahun baru. Pada dasarnya waktu sebenarnya sama saja, tetapi jika kita diingatkan oleh teman bahwa saat ini kita memasuki tahun perubahan maka dalam memasuki tahun baru ini kita bingkai agar menjadi lebih baik, produktivitas dan manfaat bagi orang lain harus lebih tinggi serta menjadi “ahsanunnas”, lebih baik daripada tahun kemarin. Rasulullah SAW ngendiko sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ath Thabrani yang maksudnya sebagai berikut :

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka dialah yang beruntung, jika hari ini sama saja dengan hari kemarin maka rugilah kita, dan jika tahun ini lebih buruk dari tahun kemarin maka celakalah kita”.

Oleh karena itu, mari kita perhatikan firman Allah surat Al Hasyr/59 : 18 yang berbunyi :

$pkš‰r’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£‰s% 7‰tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÑÈ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Ayat di atas terdapat kata “aamanu” 1x dan “ittaqullah” sebanyak 2x yaitu sebelum dan sesudah pesan, dimana pesan ini memiliki arti yang sangat penting yakni hendaknya kita mempersiapkan hari esok dengan yang lebih baik lagi, seawal mungkin kita merencanakan sesuatu untuk masa yang akan datang secara matang dan lebih produktif. Saking pentingnya pesan tersebut Allah SWT memerintahkan lagi “wattaqullah” karena sungguh Allah Maha Tahu tentang apa yang akan terjadi pada diri kita nanti.

Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Tahun 2018 ini sebagian dari kita menganggap bahwa kita telah memasuki tahun politik, padahal jika kita telaah kembali hakikatnya adalah sama seperti tahun-tahun sebelumnya, namun demikian yang terpenting adalah tetap dalam bingkai bahwa tahun 2018 harus lebih baik dari tahun sebelumnya, politik tidak boleh merusak tatanan yang sudah mapan. Kita mempunyai peran masing-masing dalam berpolitik, seperti menjadi : pemilih, panitia, Tim Sukses, donatur, penyusun program, ataupun peran yang lain. Pada intinya jadilah yang terbaik dalam peran masing-masing, namun jangan sampai apa yang kita lakukan justru menjadi kontra produktif alias merusak tatanan yang ada.

Politik, ekonomi, sosial, budaya adalah urusan keduniaan, Rasulullah SAW sangat mengkhawatirkan terhadap kemiskinan lantaran kitalah yang dimungkinkan menjadi pemantik/penyulut, pembisik, provokator, penceramah ataupun bahkan khatib yang barangkali bisa saja mengaduk-aduk perasaan orang lain sehingga menjadikan rasa tidak senang terhadap pasangan calon yang lain. Kita jaga agar tidak terjadi “black campaign” (kampanye hitam), apapun profesi kita mari kita berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga iklim sejuk dalam menghadapi Pilkada serentak di Jawa Tengah khususnya ini.

Jika kita sudah menjadi pemantik/pembisik maka akan berakibat pada rasa saling benci dan hasud, jika rasa benci sudah menyelimuti diri kita maka yang terjadi adalah tidak saling sapa (ngungkurke), yang semula kawan malah menjadi lawan, lupa bahwa sebelumnya kita pernah makan bareng dan tidur bersama. Oleh karena itu, Rasul mewanti-wanti agar sesama muslim jangan sampai merusak tali persaudaraan hanya karena berbeda pandangan ataupun persepsi. Rasulullah mengingatkan :

المسلم من سلم المسلمون من لسا نه ويده

Artinya : “Muslim adalah orang yang menyelamatkan kaum muslim lainnya dari lisan dan tangannya”. 

Jamaah Jum’ah Rohimakumullah

Oleh karena itu, mari kita saling menjaga dan menahan diri agar tercipta suasana yang menyejukkan dalam menyongsong Pilkada serentak di negeri kita tercinta ini. Jangan jadikan tahun politik ini menjadi hubungan yang tidak harmonis di antara kita hanya karena berbeda partai ataupun pilihan. Tugas kita bersama adalah senantiasa menjaga agar di antara sesama muslim selamat dari lisan dengan tutur kata, ajakan, kampanye ataupun tulisan kita yang santun dan menyejukkan. Di samping itu antar sesama muslim agar saling menjaga tangan kita yakni tidak memaksakan kehendak karena kekuasaan/amanah yang sedang kita emban saat ini.

Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa membimbing dan melindungi kita, kesatuan dan persatuan kita tetap terjaga dalam satu batang tubuh, jika mendapatkan nikmat semua akan turut menikmati dan jangan sampai menyakiti hati sesama, karena jika ada yang sakit maka kitapun juga akan merasakan sakit.

Demikian khutbah singkat ini, semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah kita sehingga dalam memasuki tahun baru 2018 ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin. Wallahu a’lam bishawab. *****

============================

*) KH. Dr. Ahmad Darodji, M.Si; Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, Ketua Umum BAZNAS Provinsi Jawa Tengah & Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah